Terjemah Al-Qur'an
Assalamualaikum, semoga
kita diberi keberkahan dan perlindungan Allah SWT. Pada kesempatan kali ini,
saya akan membahasa tentang Terjemah Al-Qur’an, yang mana syukur Alhamdulillah,
untuk yang kedua kalinya dosen pengampu Studi Al-Qur’an saya, yakni Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag mendatangkan kembali seorang ahli yang kali ini membahas tentang
Terjemah Al-Qur’an tepatnya pada Senin,12 November 2018, beliau adalah Bapak
Ansori Arif dari LPPIQ (Lembaga Pendidikan Dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an).
Lembaga ini bertempat di JL. Karah Taman Asri I no. 30, Surabaya yang berdiri
sejak tahun 1993.
Pada pembelajaran Terjemah Al-Qur’an ini, kami sebagai para
mahasiswa sangat senang karena lagi- lagi kami mendapatakan ilmu baru sebagai
penambah wawasan kami tentang ilmu Al-Qur’an. Pertama, kami diajak untuk
menerjemahkan Surat Al-Fatihah secara bersama-sama, kami diajarkan menerjemah
dari setiap kalimat yang terkandung dalam Surat Al-Fatihah, MasyaAllah,
ternyata dari Surat Al-Fatihah saja kami dapat mengambil begitu banyak
pelajaran apalagi ketika kita mengetahui terjemah Al-Qur’an dalam surat- surat
selanjutnya. Saya juga telah mengutip artikel yang berjudul Bebas Prihatin Pada Yaumiddin dari Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz, M.Ag dalam blognya www.terapishalatbahagia.net yaitu, dalam suatu
pengajian, saya bertanya kepada hadirin, “Ayat manakah dalam surat Al Fatihah
yang paling menakutkan?” Seorang dari mereka menjawab, “Ayat ketujuh, sebab
berisi daftar orang yang dibenci Allah (al mahgdlubi ‘alaihim), atau orang-orang sesat (ad-dhallin).Saya takut termasuk di antara mereka.” Sebagian yang lain
mengatakan, “Saya lebih takut dengan ayat 4: maliki yaumiddin
(Allah Yang Menguasai di Hari Pembalasan), sebab inilah proses yang pasti akan saya lalui setelah
kematian.” Benar, inilah ayat yang
mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap kata dan perbuatan,
sebab semuanya dicatat oleh malaikat, lalu harus kita pertanggungjawabkan di
hari pembalasan (yaumiddin).
Ayat ini terletak setelah ayat kegembiraan, arrahmanirrahim (Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang). Dua ayat
tersebut, arrahmanirrahim dan maliki yaumiddin disebutkan secara berurutan untuk menunjukkan
pentingnya keseimbangan antara harap (raja’) dan cemas (khauf), antara antara ganjaran (reward) dan hukuman (punishment), dua hal yang
harus dipadukan untuk suatu kesuksesan dan kemuliaan budi pekerti.
Melalui arrahmanirrahim, Anda diberi
motivasi besar, “Rianglah. Jangan bersedih, sebab kasih Tuhanmu melampaui kasih
semua manusia.” Atau “Optimislah. Tidaklah mungkin Allah Yang Maha Pengasih
meninggalkan kamu tanpa pertolongan-Nya, lebih-lebih ketika kamu sedang memeras
keringat dan berdarah-darah demi memenuhi kebutuhan keluarga.”
Al-Qur’an sendiri
memiliki banyak fungsi, seperti sebagai petunjuk, sebagai pembeda, sebagai
obat, juga Rahmatan lil alamiin,dll. Namun yang menjadi pembahasan pada kali
ini yaitu Al-Qur’an sebagai petunjuk.Banyak ayat yang mengandung 2 kata yang
sering yaitu hudalinnas yang berarti
Al-Qur’an berdifat petunjuk yang universal sedangkan hudalilmuttaqin Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang
bertaqwa.
Dan pertanyaannya,
bagaimana kita bisa memahami Al-Qur’an? sementara Al-Qur’an berbahasa Arab. Dan
ditunjukkanlah dalam surat Al- Qamar [54] ayat 17. Allah berfirman: Dan
sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang
mau mengambil pelajaran?. Dan ternyata bacaan pada ayat ke 17 dalam surat
Al-Qamar tidak hanya sekali namun diulang pada ayat ke 22, 32, dan 40 dengan
bacaan yang sama persis.
Dalam ayat tersebut terdapat 2 poin utama, yaitu:
1.Allah telah menyatakan bahwa Al-Qur’an
ini mudah utnuk dipelajari
2.Adakah
diantara kita yang mau mempelajari Al-Qur’an
Tentunya bukan kecerdasan ataupun kehebatan yang
dibutuhkan, melainkan kemauan untuk mempelajari Al-Qur’an. Jadi jelas bahwa
siapa saja dapat mempelajarai Al-Qur’an asalkan ada kemauan dari diri kita
masing-masing.
Terdapat kunci yang diberikan oleh Bapak Ansori Arif dalam memperlajari Al-Qur’an, yaitu siapapun yang ingin lancar membaca Al-Qur’an, maka lancarkan dahulu Surat Al-Baqarah. Begitupula dengan siapa saja yang ingin bisa menerjemahkan Al-Qur’an, maka berlatihlah dulu dengan Surat Al-Baqarah.

Sungguh sangat menarik belajar terjemah Al-Qur’an,
kita bisa mendapatkan ilmu tentang kosa kata dalam Al-Qur’an, dapat memahami
makna yang ada dalam Al-Qur’an, yang mana membuat bacaan Al-Qur’an kita aklan
lebih mengena dalam hati dan bisa lebih memahami serta mendapatkan ilmu yang
diajarakan dalam Al-Qur’an.





